Brigjen Idris Kadir: BNN Menolak Artikel Melegalkan Ganja di Indonesia

Brigjen Idris Kadir: BNN Menolak Artikel Melegalkan Ganja di Indonesia

jpnn. com , SURABAYA – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Brigjen Pol Idris Kadir menolak pendirian melegalkan ganja di Indonesia.

“Ganja muncul polemik sehingga dilegalkan. Kami penegak hukum mempunyai sekatan. Ini salah menafsirkan sehingga menjadi legal, ” katanya di Surabaya, Senin (21/12).

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merahmati rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Negeri (WHO) untuk menghapus ganja daripada kategori obat paling berbahaya pada dunia, dan bisa digunakan buat keperluan medis.

Baca Juga:

Menurut Idris, sebesar negara memang telah melegalkan ganja.

Sementara di Indonesia, gagasan melegalkan ganja mencuat ketika salah seorang politikus pokok Aceh mengusulkan ganja dijadikan barang ekspor.

“Tetapi BNN menyatakan narkotika tetap tak dibenarkan. Terlebih ganja yang bersumber dari Indonesia seperti Aceh tersebut ganja-nya ketika di laboratorium THC (zat kimia tetrahydrocannabinol) jauh lebih tinggi kualitasnya, ” ungkap Brigjen Idris.

Mengucapkan Juga:

Anjuran agar ganja dilegalkan untuk medis sebenarnya pernah disampaikan WHO pada awal 2019, tetapi hanya bisa digunakan untuk tujuan medis, dan harus ada kontrol secara ketat.

Sejauh ini beberapa negara dengan melegalkan ganja untuk kepentingan medis di antaranya seperti Kanada, Meksiko, Jerman, Denmark, Australia, dan Thailand. (antara/jpnn)