Pelaksanaan Pilkada Serentak di Tengah Pandemi COVID-19 Sudah Final

Pelaksanaan Pilkada Serentak di Tengah Pandemi COVID-19 Sudah Final

jpnn. com , JAKARTA – Anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus mengatakan bahwa  Pilkada 2020 yang ditetapkan digelar 9 Desember melalui Perppu Nomor 2 Tarikh 2020 sudah final.

Menurutnya, kalau terjadi sesuatu kejadian yang luar biasa sehingga meminta pilkada diundur, tentu akan dilakukan lagi pembicaraan antara pemerintah dengan DPR.

“Kemungkinan untuk diundur lagi ke 2021 sangat kecil, kecuali memang ada sesuatu keadaan yang sangat luar biasa terjadi, ” kata Guspardi kepada wartawan, Senin (3/8).

Baca Juga:

Tempat menjelaskan, secara aturan perundang-undang, pengoperasian Pilkada Serentak 2020 yang awalnya ditetapkan 23 September 2020, tetapi karena pandemi Covid-19 ditunda menjelma 9 Desember 2020, sudah menggunakan pembahasan dan kajian mendalam jarang pemangku kebijakan.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan awalnya Komisi II DPR mewacanakan pelaksanaan pilkada 2020 diundur ke 2021.

Ia menambahkan setelah dikerjakan pembicaraan intensif antara pemerintah serta DPR, serta berdasarkan analisis & kajian- kajian, maka ditetapkanlah penundaan pilkada menjadi 9 Desember 2020.

Baca Pula:

Menurutnya, penetapan tanggal pelaksanaan pilkada sudah melalui beberapa pertimbangan.

Di antaranya, logat dia, pemerintah dalam hal tersebut Mendagri Tito Karnavian menyatakan ada 49 negara yang menjadwalkan pemilu, dan tidak ada satu kendati yang melakukan penundaan menjadi 2021.