Munarman FPI Berkomentar Pedas Seperti Itu Terkait Penangkapan Aktivis KAMI

Munarman FPI Berkomentar Pedas Seperti Itu Terkait Penangkapan Aktivis KAMI

jpnn. com , JAKARTA – Sekretaris Umum Front Pembela Islam (Sekum FPI) Munarman berkomentar singkat dan pedas atas penangkapan sejumlah tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) setelah rentetan lagak menolak Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang berujung kerusuhan dalam berbagai daerah.

Menurut Munarman, penangkapan itu menandakan Indonesia di dalam keadaan otoritarian. Pasalnya para tipu KAMI yang kritis terhadap negeri, ditangkapi kepolisian.

“Sudah jelas, penangkapan terhadap bagian yang kritis terhadap penguasa adalah bentuk-bentuk dan sifat dari pemerintahan otoriter (sewenang-wenang atau berkuasa sendiri-red), ” tutur Munarman kepada jpnn. com, Jumat (16/10).

Baca Juga:

Sebelumnya, KAMI telah mengeluarkan pernyataan sikap setelah beberapa tokohnya ditangkap kepolisian. Tercatat dua tokoh KAMI seperti Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat ditangkap kepolisian pada Selasa (13/10).

Sementara itu, kurang jejaring KAMI wilayah Medan juga turut diamankan.

Dalam pernyataannya, KAMI memprotes aktivitas penangkapan kepolisian terhadap anggotanya. KAMI berpandangan penangkapan itu tidak membayangkan fungsi kepolisian.

Baca Juga:

KAMI berpandangan, interpretasi kepada tokohnya, khususnya Syahganda Nainggolan tidak lazim dan menyalahi jalan. Hal itu terlihat dari luas waktu dasar laporan polisi serta keluarnya Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) pada hari yang sama.

KAMI juga mereken polisi tengah menggiring opini jemaah dalam penangkapan tokohnya. Diduga petugas bertujuan mendiskreditkan KAMI sebagai organisasi.